1. Poetry is a one of literature which pay attention to form, patterns of sound, imagery, figurative language so the message can be conveyed by poet.
2. There are three main genres of English poetry, as follows lyric, narrative and dramatic.
a. Lyric poetry is such as song and emotional.sonnets is an example for this poetry. Lyric poem focus to personal emotion, attutides and the author’s state of mind.
For example:
How do I love thee by Elizabeth Barrett Browning
“how do i love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and bredth and height.
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of being and ideal Grace
I love thee to the level of everyday’s
Most quite need, by sun and candle-light.
I love thee freely, as men strive for right;
I love thee purely, as they trun from praise.
I love thee with the passion put to use in my old griefs, andwith my childhood’s faith
I love thee with a love i seem to love
With my lost saint, i love thee with the breath,smiles, tears,of all my life!
And, if God choose, i shall but love thee better after death.”
b. Narrative Poetry tells a story but they maintained their lyricsm in the form of poetry.
For example:
The Raven by Edgar Allen Poe
“once upon a midnight dreary, while i pondred, weak and weary,
Over many a quaint and curious volume of forgetten lore-
While i nodded, nearly napping, suddenly there came a tapping,
As of someone gently rapping, rapping at my chamber door.
“Tis some visitor,” i muttered, “Tapping at my chamber door-
Only this and nothing more.”
c. Dramatic poetry encompasses a highly emotional story which is tends to lead with the main character entering the scene and speaking.
For example:
My Last Duchess by Robert Browning
“That my last Duchess painted on the wall,
Looking as if she were alive, i call
That piece a wonder, now; Fra Pandolf’s hands
Worked busily a day, and there she stands.
Will’t please you sit and look at her? I said
“Fra Pandolf” by design, for never read strangers like you that pictured countenance,
The depth and passion of its earnest glance,
But to myself they turned (since one puts by the curtain i have drawn for you, but i)
And seemed as they would ask me, if they durst,
How such a glance came there; so, not the first
Are you to turn and ask thus. Sir, ‘twas not
Her husband’s presence only, called that spot
Of joy into the duchess’ cheek, perhaps
Fra Pandolf chanced to say, “Her mantle laps over my lady’s wrist too much” or “paint must never hope to reproduce the faint half-flush that dies along her throat.”
3. The genre of Indonesian poetry
a. Old poetry appeared before Indonesian literature was influenced by western culture. The types of old poetry are poetry, karmina and gurindam. For examples:
Poetry:
Lihatlah semut sedang berbaris
Mengangkat nasi bergotong royong
Marilah adik jangan menangis
Mendekat sini abang tolong
Perahu
Oleh Hamzah Fansuri
Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Wahai muda
kenali dirimu
inilah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal diammu
Hai muda arif budiman
Hasilkan yang paling baru
Alat perahumu jua kerjakan
Gaya jalan membetuli insan
Perteguh jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung mengayuh taruh disitu
Laju perahumu itu
Karmina:
Kurang pikir kurang siasat
Tentu saja dirimu kelak kan tersesat
Orang malas jatuh sengsara
Orang rajin banyak saudara
Dahulu perang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
Sebab pulut santan kelapa
Sebab mulut badan binasa
Gurindam:
Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping, khabar jahat tiadalah teredam.
Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguhlah engkau memelihara tangan, peringkat segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi il yang tiada senunuh.
Anggota tengah yang tepat ingat, disitulah banyak orang yang hilang semangat.
Hendaklah pelihara kaki, berjalan yang membawa rugi.
b. New poetry appeared with much influence from Europan culture. Based on its contents this peom consist of ballads, hymns, romance, epigrams, elegies and satire. For examples:
Ballads:
Balada Ibu yang dibunuh
Ibu musang di lindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.
Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
Lalu satu ketika di pohon tua meliang
Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya semua peristiwa
Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.
Hymns:
Ya Tuhan kami
Kami telah terpuruk dalam lautan dosa
Detik menit jam kami terendam dalam dosa
Pikiran yang mendua
Hati yang beku
Ampunilah kami
Ya Tuhan kami
Ya Tuhan
Telah kotor setiap inci daging ini
Telah hina diri ini
Menyalahgunakan karunia-Mu
Mengkufurkan nikmat-Mu
Semoga Kau tuntun kami kembali
Ke jalan kebenaran-Mu
Ke jalan lurus-Mu
Sebelum Kau panggil kami kembali
Ke alam kekal-Mu
Romance:
Kisah ini hanya kau dan aku
Tak ada ketiga, keempat, kelima
Aku adalah kau
Kau adalah aku
Senyummu adalah bahagiaku
Tangismu adalah laraku
Citamu adalah wajibku
Karena kau…
Adalah tulang rusukku
Epigrams:
Hari itu tak ada tempat berlari
Tak ada tempat bersembunyi
Tak ada memohon belas kasih
Semua sudah menyatu
Amal satu-satunya penolong
Amal satu-satunya cahaya
Merintih tiada berarti
Menyesal tiada berguna
Barulah sadar dunia yang fana
Elegies:
Dalam erangan jiwa
Aku menangis mengingat-Mu
Dalam pilunya hati
Aku bersujud kepada-Mu
Dalam ratap tangisku
Aku berserah kepada-Mu
Renungi semua dosa dan khilaf
Takutku dan sesalku
Merangkai doa selalu kupanjatkan
Ya Tuhan…
Ampunilah dosaku
Ampunilah khilafku
Satire:
Lihatlah kami
Peluh dan keringat adalah kawan kami
Banting tulang adalah kesetiaan kami
Kekurangan adalah kelebihan kami
Penderitaan adalah keseharian kami
Tapi lihatlah dirimu
Tertawa di atas peluh keringat kami
Bersantai di atas remuknya tulang kami
Berfoya di atas kekurangan kami
Kau curi semua hak kami
Kau curi sesuap nasi kami
Kau berlimpah harta atas nama kami
Kau berjanji atas nama kami
Kami hanya cukup diam
Di atas sajadah kami
Semoga Tuhan membalas kezhaliman ini
c. Modern poetry tend to content than form of poetry. Some even only one sentence. For example:
The poetry by Sapardi Djoko Damono
TUAN
Tuan Tuhan, bukan?
Tunggu sebentar, saya sedang keluar.
Refrences:
https://www.google.com/search?q=Genre+of+poetry+ppt&client=firefox diakses pada 05 Oktober 2020.
www.example.yourdictionary.com diakses pada 05 Oktober 2020.
https://docplayer.info/89724705-teori-dan-genre-sastra-indonesia-kegiatan-belajar-2-genre-puisi-penulis-dra-sri-suhita-m-pd-rahmah-purwahida-s-pd-m-hum.html diakses pada 05 Oktober 2020.
https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-puisi-baru.com 21 jenis puisi baru diakses pada 05 Oktober 2020

0 komentar:
Posting Komentar