Senin, 05 Oktober 2020

Poetry

 


1.      Poetry is a one of literature which pay attention to form, patterns of sound, imagery, figurative  language so the message can be conveyed by poet. 

2. There are three main genres of English poetry, as follows lyric, narrative and dramatic. 

a. Lyric poetry is such as song and emotional.sonnets is an example for this poetry. Lyric poem focus to personal emotion, attutides and the author’s state of mind.

For example: 

How do I love thee by Elizabeth Barrett Browning

“how do i love thee? Let me count the ways. 

I love thee to the depth and bredth and height.

My soul can reach, when feeling out of sight

For the ends of being and ideal Grace 

I love thee to the level of everyday’s 

Most quite need, by sun and candle-light.

I love thee freely, as men strive for right;

I love thee purely, as they trun from praise.

I love thee with the passion put to use in my old griefs, andwith my childhood’s faith

I love thee with a love i seem to love

With my lost saint, i love thee with the breath,smiles, tears,of all my life!

And, if God choose, i shall but love thee better after death.” 

b. Narrative Poetry tells a story but they maintained their lyricsm in the form of poetry.

For example:

The Raven by Edgar Allen Poe

“once upon a midnight dreary, while i pondred, weak and weary,

Over many a quaint and curious volume of forgetten lore-

While i nodded, nearly napping, suddenly there came a tapping,

As of someone gently rapping, rapping at my chamber door.

“Tis some visitor,” i muttered, “Tapping at my chamber door- 

Only this and nothing more.”

c. Dramatic poetry encompasses a highly emotional story which is tends to lead with the main        character entering the scene and speaking. 

For example: 

My Last Duchess by Robert Browning

“That my last Duchess painted on the wall,

Looking as if she were alive, i call

That piece a wonder, now; Fra Pandolf’s hands

Worked busily a day, and there she stands.

Will’t please you sit and look at her? I said

“Fra Pandolf” by design, for never read strangers like you that pictured countenance,

The depth and passion of its earnest glance,

But to myself they turned (since one puts by the curtain i have drawn for you, but i)

And seemed as they would ask me, if they durst,

How such a glance came there; so, not the first

Are you to turn and ask thus. Sir, ‘twas not

Her husband’s presence only, called that spot

Of joy into the duchess’ cheek, perhaps

Fra Pandolf chanced to say, “Her mantle laps over my lady’s wrist too much” or “paint must never hope to reproduce the faint half-flush that dies along her throat.”

3. The genre of Indonesian poetry  

a. Old poetry appeared before Indonesian literature was influenced by western culture. The types of old poetry are poetry, karmina and gurindam. For examples:

Poetry:

Lihatlah semut sedang berbaris

Mengangkat nasi bergotong royong

Marilah adik jangan menangis

Mendekat sini abang tolong


Perahu

Oleh Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda

kenali dirimu

inilah perahu tamsil tubuhmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat juga kekal diammu

Hai muda arif budiman

Hasilkan yang paling baru

Alat perahumu jua kerjakan

Gaya jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung mengayuh taruh disitu

Laju perahumu itu

Karmina:

Kurang pikir kurang siasat

Tentu saja dirimu kelak kan tersesat


Orang malas jatuh sengsara

Orang rajin banyak saudara


Dahulu perang sekarang besi

Dahulu sayang sekarang benci


Sebab pulut santan kelapa

Sebab mulut badan binasa

Gurindam:


Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping, khabar jahat tiadalah teredam.

Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah.

Bersungguh-sungguhlah engkau memelihara tangan, peringkat segala berat dan ringan. 

Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi il yang tiada senunuh.

Anggota tengah yang tepat ingat, disitulah banyak orang yang hilang semangat.

Hendaklah pelihara kaki, berjalan yang membawa rugi. 

b. New poetry appeared with much influence from Europan culture. Based on its contents this peom consist of ballads, hymns, romance, epigrams, elegies and satire. For examples:

Ballads:

Balada Ibu yang dibunuh

Ibu musang di lindung pohon tua meliang

Bayinya dua ditinggal mati lakinya.

Bualan sabit terkait malam memberita datangnya

Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.

Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia

Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.

Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa

Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.

Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba

Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun

Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.

Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya

Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.

Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga

Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara

Lalu satu ketika di pohon tua meliang

Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.

Dan jalannya semua peristiwa

Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.


Hymns:

Ya Tuhan kami

Kami telah terpuruk dalam lautan dosa

Detik menit jam kami terendam dalam dosa

Pikiran yang mendua

Hati yang beku

Ampunilah kami

Ya Tuhan kami

  Ya Tuhan

Telah kotor setiap inci daging ini

Telah hina diri ini

Menyalahgunakan karunia-Mu

Mengkufurkan nikmat-Mu

Semoga Kau tuntun kami kembali

Ke jalan kebenaran-Mu

Ke jalan lurus-Mu

Sebelum Kau panggil kami kembali

Ke alam kekal-Mu


Romance:

Kisah ini hanya kau dan aku

Tak ada ketiga, keempat, kelima

Aku adalah kau

Kau adalah aku

Senyummu adalah bahagiaku

Tangismu adalah laraku

Citamu adalah wajibku

Karena kau…

Adalah tulang rusukku


Epigrams:

Hari itu tak ada tempat berlari

Tak ada tempat bersembunyi

Tak ada memohon belas kasih

Semua sudah menyatu

Amal satu-satunya penolong

Amal satu-satunya cahaya

Merintih tiada berarti

Menyesal tiada berguna

Barulah sadar dunia yang fana 


Elegies:

Dalam erangan jiwa

Aku menangis mengingat-Mu

Dalam pilunya hati

Aku bersujud kepada-Mu

Dalam ratap tangisku

Aku berserah kepada-Mu

Renungi semua dosa dan khilaf

Takutku dan sesalku

Merangkai doa selalu kupanjatkan

Ya Tuhan…

Ampunilah dosaku

Ampunilah khilafku


Satire:

Lihatlah kami

Peluh dan keringat adalah kawan kami

Banting tulang adalah kesetiaan kami

Kekurangan adalah kelebihan kami

Penderitaan adalah keseharian kami

Tapi lihatlah dirimu

Tertawa di atas peluh keringat kami

Bersantai di atas remuknya tulang kami

Berfoya di atas kekurangan kami

Kau curi semua hak kami

Kau curi sesuap nasi kami

Kau berlimpah harta atas nama kami

Kau berjanji atas nama kami

Kami hanya cukup diam

Di atas sajadah kami

Semoga Tuhan membalas kezhaliman ini


c. Modern poetry tend to content than form of poetry. Some even only one sentence. For example: 

The poetry by Sapardi Djoko Damono

TUAN

Tuan Tuhan, bukan?

Tunggu sebentar, saya sedang keluar.



Refrences:

https://www.google.com/search?q=Genre+of+poetry+ppt&client=firefox diakses pada 05 Oktober 2020.

www.example.yourdictionary.com diakses pada 05 Oktober 2020.

https://docplayer.info/89724705-teori-dan-genre-sastra-indonesia-kegiatan-belajar-2-genre-puisi-penulis-dra-sri-suhita-m-pd-rahmah-purwahida-s-pd-m-hum.html diakses pada 05 Oktober 2020.

https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-puisi-baru.com 21 jenis puisi baru diakses pada 05 Oktober 2020 







 

Blogistiani Template by Ipietoon Cute Blog Design